Bathymetry / 11 May 2026
Apa Itu Survey Batimetri? Fungsi, Metode, Output Data, dan Kapan Dibutuhkan
Bathymetry survey adalah kegiatan pengukuran dan pemetaan kedalaman dasar perairan, seperti laut, sungai, danau, kanal, pelabuhan, maupun area offshore. Survei ini sangat penting untuk mendukung proyek marine, dredging, reklamasi, pelabuhan, jetty, pipeline, kabel bawah laut, serta monitoring sedimentasi.
Bathymetry Survey: Pengertian, Fungsi, Metode, Peralatan, Output Data, dan Pentingnya Akurasi
Dalam setiap proyek yang berhubungan dengan area perairan, seperti pelabuhan, jetty, dredging, reklamasi, offshore, pipeline, kabel bawah laut, hingga monitoring sedimentasi, data kedalaman dan kondisi dasar perairan menjadi salah satu komponen paling penting.
Data tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui seberapa dalam suatu area perairan, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan desain, analisis engineering, perhitungan volume, keselamatan navigasi, serta pengambilan keputusan teknis di lapangan.
Salah satu metode utama untuk mendapatkan informasi tersebut adalah bathymetry survey atau survei batimetri.
Bathymetry survey merupakan proses pengukuran dan pemetaan kedalaman dasar perairan untuk menghasilkan gambaran bentuk permukaan bawah air, baik di laut, sungai, danau, kanal, pelabuhan, maupun area offshore.
Dalam pelaksanaannya, kualitas data menjadi faktor yang sangat penting. Eser Geosurvey sangat concern terhadap akurasi data dalam setiap pekerjaan survei, karena data yang akurat akan menjadi dasar yang kuat untuk perencanaan proyek yang aman, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Apa Itu Bathymetry Survey?
Bathymetry survey adalah kegiatan pengukuran kedalaman perairan dan pemetaan bentuk dasar perairan. Hasil dari survei ini dapat menunjukkan kontur dasar laut, sungai, danau, atau area perairan lainnya.
Secara sederhana, bathymetry survey membantu menjawab beberapa pertanyaan penting, seperti:
- Berapa kedalaman aktual area perairan?
- Bagaimana bentuk kontur dasar laut atau dasar sungai?
- Apakah terdapat pendangkalan atau sedimentasi?
- Apakah area tersebut aman untuk pelayaran atau aktivitas marine?
- Berapa volume pengerukan yang dibutuhkan?
- Apakah kondisi dasar perairan sesuai untuk pembangunan struktur marine?
- Di mana jalur terbaik untuk pipeline atau kabel bawah laut?
Data batimetri sangat dibutuhkan karena kondisi dasar perairan tidak selalu rata. Terdapat variasi kedalaman, slope, cekungan, sedimentasi, objek bawah air, atau perubahan morfologi yang dapat memengaruhi proses desain dan pelaksanaan proyek.
Fungsi Bathymetry Survey dalam Proyek Marine dan Offshore
Bathymetry survey memiliki peran penting dalam berbagai jenis proyek. Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Perencanaan Pelabuhan dan Dermaga
Sebelum pembangunan pelabuhan, jetty, trestle, causeway, atau fasilitas marine lainnya, diperlukan data kedalaman aktual di area proyek.
Data bathymetry digunakan untuk mengetahui apakah kedalaman perairan sudah sesuai untuk kebutuhan kapal, barge, atau vessel operasional. Jika kedalaman belum mencukupi, data ini dapat menjadi dasar untuk merencanakan pekerjaan dredging.
2. Dredging dan Perhitungan Volume Pengerukan
Dalam pekerjaan dredging, bathymetry survey digunakan untuk mengetahui kondisi dasar perairan sebelum dan sesudah pengerukan.
Data hasil survei dapat digunakan untuk menghitung volume material yang perlu dikeruk atau volume aktual yang sudah dikerjakan. Dengan data yang akurat, perhitungan volume dredging menjadi lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Reklamasi dan Pengembangan Area Pesisir
Untuk proyek reklamasi, informasi kedalaman dan bentuk dasar perairan sangat dibutuhkan dalam perencanaan timbunan, desain slope, volume material, serta metode pelaksanaan.
Bathymetry survey membantu tim engineering memahami kondisi eksisting sebelum pekerjaan reklamasi dimulai.
4. Instalasi Pipeline dan Kabel Bawah Laut
Pada proyek pemasangan subsea pipeline atau submarine cable, data batimetri digunakan untuk menentukan jalur yang aman dan efisien.
Data ini membantu mengidentifikasi kemiringan dasar laut, area cekungan, potensi hambatan, perubahan elevasi, dan kondisi dasar perairan yang dapat memengaruhi proses instalasi.
5. Monitoring Sedimentasi
Area pelabuhan, sungai, kanal, dan alur pelayaran sering mengalami perubahan kedalaman akibat sedimentasi.
Bathymetry survey secara berkala dapat digunakan untuk memantau perubahan dasar perairan, mengevaluasi pendangkalan, dan menentukan kebutuhan maintenance dredging.
6. Keselamatan Navigasi dan Operasi Marine
Data kedalaman yang akurat sangat penting untuk mendukung keselamatan navigasi kapal dan operasional marine.
Dengan mengetahui kedalaman aktual, potensi risiko kandas, area dangkal, atau hambatan bawah air dapat diminimalkan.
Metode Bathymetry Survey
Secara umum, bathymetry survey dilakukan dengan menggabungkan sistem pengukuran kedalaman, sistem penentuan posisi, koreksi pasang surut, serta proses pengolahan data.
Metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, luas area, tingkat detail data, kondisi perairan, dan standar output yang dibutuhkan.
Dua metode yang umum digunakan dalam pekerjaan bathymetry survey adalah:
Single Beam Echosounder Survey
Single Beam Echosounder adalah metode pengukuran kedalaman yang menggunakan satu pancaran gelombang akustik ke dasar perairan.
Alat ini mengukur kedalaman pada titik-titik tertentu sepanjang jalur survei. Data yang dihasilkan kemudian dikombinasikan dengan data posisi dari GNSS atau DGPS untuk menghasilkan titik kedalaman yang memiliki koordinat.
Peralatan Single Beam yang Umum Digunakan
Salah satu alat yang umum digunakan untuk pekerjaan single beam bathymetry survey adalah:
Odom CV-100

Odom CV-100 merupakan echosounder yang banyak digunakan dalam pekerjaan survei batimetri. Alat ini digunakan untuk mengukur kedalaman perairan dengan prinsip pemancaran gelombang suara ke dasar perairan, kemudian menerima kembali pantulan sinyal tersebut.
Dalam pekerjaan bathymetry, Odom CV-100 dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Survei sungai
- Survei pelabuhan
- Survei kanal
- Survei danau
- Survei area nearshore
- Monitoring sedimentasi
- Pengukuran kedalaman untuk pekerjaan dredging
Kelebihan Single Beam Echosounder
Single Beam Echosounder cocok digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan pengukuran kedalaman secara efisien, terutama pada area yang tidak terlalu kompleks atau ketika kebutuhan data masih dapat dipenuhi dengan jalur survei tertentu.
Beberapa kelebihannya antara lain:
- Efisien untuk area sungai, kanal, dan perairan dangkal
- Cocok untuk survei volume dredging tertentu
- Mobilisasi relatif lebih sederhana
- Dapat digunakan pada area dengan akses terbatas
- Biaya pelaksanaan umumnya lebih ekonomis dibanding multibeam
Kapan Single Beam Digunakan?
Single Beam biasanya digunakan untuk:
- Survei kedalaman sungai
- Survei kanal
- Survei danau
- Survei area pelabuhan tertentu
- Monitoring sedimentasi
- Pre-dredge dan post-dredge survey
- Pengukuran penampang melintang sungai
- Area survei yang tidak membutuhkan cakupan dasar perairan secara penuh
Multibeam Echosounder Survey
Multibeam Echosounder adalah metode bathymetry survey yang menggunakan banyak pancaran gelombang akustik secara bersamaan untuk memetakan dasar perairan dengan cakupan yang lebih luas.
Berbeda dengan single beam yang mengukur kedalaman pada satu jalur titik, multibeam dapat menghasilkan data yang lebih rapat dan detail karena mampu memindai area dasar perairan dalam bentuk swath atau sapuan lebar.
Metode ini sangat cocok digunakan untuk proyek yang membutuhkan detail tinggi, cakupan penuh, dan visualisasi bentuk dasar perairan secara lebih komprehensif.
Peralatan Multibeam yang Umum Digunakan
Beberapa peralatan multibeam yang umum digunakan dalam pekerjaan bathymetry survey antara lain:
NORBIT iWBMS

NORBIT iWBMS merupakan sistem multibeam echosounder yang sering digunakan untuk pekerjaan survei batimetri dengan kebutuhan mobilisasi yang fleksibel dan data yang detail.
Alat ini cocok untuk berbagai aplikasi, seperti:
- Survei pelabuhan
- Survei nearshore
- Survei sungai besar
- Survei kanal
- Survei area dredging
- Survei infrastruktur marine
- Pemetaan dasar perairan secara detail
NORBIT iWBMS banyak digunakan karena sistemnya relatif compact, fleksibel, dan dapat menghasilkan data bathymetry dengan resolusi yang baik.
Teledyne Reson SeaBat T20
Teledyne Reson SeaBat T20 merupakan salah satu sistem multibeam echosounder yang digunakan untuk pekerjaan hydrographic dan bathymetric survey.
Alat ini dirancang untuk menghasilkan data dasar perairan yang detail, sehingga cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan kualitas data tinggi.
Teledyne T20 dapat digunakan untuk:
- Survei pelabuhan
- Survei alur pelayaran
- Survei dredging
- Survei konstruksi marine
- Pemetaan dasar laut
- Survei area offshore dan nearshore
- Deteksi perubahan morfologi dasar perairan
Teledyne Reson SeaBat T50
Teledyne Reson SeaBat T50 merupakan sistem multibeam echosounder yang digunakan untuk survei batimetri dengan kebutuhan resolusi tinggi dan cakupan data yang lebih detail.
Alat ini dapat mendukung pekerjaan hydrographic survey yang membutuhkan data berkualitas tinggi untuk analisis teknis dan engineering.
Teledyne T50 umumnya digunakan untuk:
- Pemetaan detail dasar laut
- Survei pelabuhan dan area marine facility
- Survei offshore
- Survei pipeline corridor
- Survei kabel bawah laut
- Survei dredging dengan detail tinggi
- Inspeksi area dasar perairan
Kelebihan Multibeam Echosounder
Multibeam Echosounder memiliki beberapa kelebihan dibandingkan single beam, terutama untuk kebutuhan detail dan cakupan data.
Beberapa kelebihannya antara lain:
- Mampu menghasilkan cakupan dasar perairan yang lebih luas
- Data lebih rapat dan detail
- Cocok untuk pemetaan kontur dasar laut secara menyeluruh
- Dapat membantu mengidentifikasi objek atau anomali bawah air
- Sangat baik untuk pekerjaan engineering yang membutuhkan model dasar perairan detail
- Mendukung pembuatan Digital Terrain Model atau DTM bawah air
Kapan Multibeam Digunakan?
Multibeam biasanya digunakan untuk:
- Survei pelabuhan
- Survei alur pelayaran
- Survei area offshore
- Survei pipeline dan cable route
- Survei dredging detail
- Pemetaan dasar laut
- Survei area konstruksi marine
- Survei yang membutuhkan cakupan penuh dan resolusi tinggi
Sistem Pendukung dalam Bathymetry Survey
Selain echosounder, pekerjaan bathymetry survey juga membutuhkan beberapa sistem pendukung agar data yang diperoleh memiliki kualitas dan akurasi yang baik.
1. GNSS RTK atau DGPS
GNSS RTK atau DGPS digunakan untuk menentukan posisi horizontal setiap data kedalaman. Dengan sistem posisi yang baik, setiap titik kedalaman dapat ditempatkan pada koordinat yang tepat.
Akurasi posisi sangat penting karena data kedalaman tanpa posisi yang akurat tidak dapat digunakan secara optimal dalam peta, desain, atau analisis engineering.
2. Motion Sensor
Pada survei multibeam, motion sensor digunakan untuk merekam pergerakan kapal, seperti roll, pitch, heave, dan heading.
Data ini sangat penting untuk melakukan koreksi terhadap gerakan kapal selama survei, sehingga hasil pengukuran dasar perairan menjadi lebih akurat.
3. Sound Velocity Profiler
Sound Velocity Profiler atau SVP digunakan untuk mengukur kecepatan rambat suara di dalam air.
Kecepatan suara dapat berubah tergantung pada temperatur, salinitas, dan tekanan air. Koreksi sound velocity sangat penting dalam survei multibeam agar posisi dan kedalaman hasil pengukuran lebih presisi.
4. Tide Gauge atau Data Pasang Surut
Data pasang surut digunakan untuk melakukan koreksi elevasi muka air. Koreksi ini diperlukan agar kedalaman hasil survei dapat mengacu pada datum vertikal tertentu.
Tanpa koreksi pasang surut yang tepat, data kedalaman dapat memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kondisi sebenarnya.
5. Software Akuisisi dan Processing Data
Software digunakan untuk akuisisi, monitoring, quality control, processing, filtering, gridding, pembuatan kontur, visualisasi 3D, serta penyusunan output akhir.
Data mentah dari alat survei perlu diproses secara teliti sebelum menjadi deliverable yang siap digunakan oleh tim engineering.
Tahapan Pelaksanaan Bathymetry Survey
Agar hasil bathymetry survey memiliki kualitas yang baik, pekerjaan perlu dilakukan melalui tahapan yang terencana.
1. Persiapan dan Perencanaan Survei
Tahap awal meliputi pemahaman kebutuhan proyek, penentuan area survei, pemilihan metode, pemilihan alat, perencanaan jalur survei, serta penentuan standar output data.
Pada tahap ini, tim juga menentukan apakah pekerjaan lebih sesuai menggunakan single beam, multibeam, atau kombinasi keduanya.
2. Mobilisasi Peralatan dan Tim
Setelah perencanaan selesai, peralatan dan tim survei dimobilisasi ke lokasi pekerjaan. Proses ini juga mencakup instalasi alat pada vessel atau platform survei yang digunakan.
3. Kalibrasi dan Pengecekan Alat
Sebelum akuisisi data dimulai, alat perlu dicek dan dikalibrasi. Untuk multibeam, proses kalibrasi dapat mencakup patch test untuk memastikan koreksi roll, pitch, yaw, dan latency.
Tahap ini penting untuk memastikan data yang dikumpulkan memenuhi standar akurasi yang dibutuhkan.
4. Akuisisi Data Lapangan
Akuisisi data dilakukan dengan mengikuti jalur survei yang telah direncanakan. Selama survei, operator memantau kualitas data secara real-time untuk memastikan tidak ada gap, noise berlebihan, atau kesalahan sistem.
5. Koreksi Data
Data yang diperoleh kemudian dikoreksi menggunakan data pasang surut, sound velocity, motion sensor, posisi, dan parameter lain yang relevan.
Koreksi ini sangat penting agar data akhir benar-benar merepresentasikan kondisi dasar perairan.
6. Processing dan Quality Control
Pada tahap processing, data dibersihkan dari noise, divalidasi, dibuat grid, dikonversi menjadi kontur, dan disiapkan dalam format yang sesuai kebutuhan proyek.
Quality control dilakukan untuk memastikan data yang dihasilkan konsisten, akurat, dan layak digunakan.
7. Penyusunan Output dan Laporan
Tahap akhir adalah penyusunan deliverable berupa peta, data digital, laporan teknis, dan output lain sesuai kebutuhan klien.
Output Bathymetry Survey
Output bathymetry survey dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Secara umum, hasil yang dapat diberikan meliputi:
1. Peta Batimetri
Peta batimetri menunjukkan distribusi kedalaman pada area survei. Peta ini biasanya dilengkapi dengan informasi koordinat, skala, legenda, datum, garis kontur, dan elemen kartografi lainnya.
2. Kontur Kedalaman
Kontur kedalaman menggambarkan perubahan elevasi atau kedalaman dasar perairan. Kontur ini sangat berguna untuk memahami bentuk dasar laut, sungai, atau area perairan lainnya.
3. Digital Terrain Model / Digital Elevation Model
Untuk data multibeam, hasil survei dapat diproses menjadi model permukaan dasar perairan dalam bentuk DTM atau DEM. Model ini membantu visualisasi kondisi dasar perairan secara lebih detail.
4. Profil Melintang dan Memanjang
Profil digunakan untuk melihat perubahan kedalaman pada jalur tertentu. Output ini sering dibutuhkan untuk pekerjaan sungai, kanal, dredging, pipeline, dan desain struktur marine.
5. Data XYZ
Data XYZ berisi informasi koordinat dan kedalaman/elevasi. Data ini dapat digunakan untuk kebutuhan desain, analisis, pemodelan, atau pengolahan lanjutan oleh tim engineering.
6. Perhitungan Volume Dredging
Untuk proyek dredging, bathymetry survey dapat menghasilkan perhitungan volume cut and fill atau volume material yang perlu dikeruk.
Perhitungan ini biasanya dilakukan dengan membandingkan permukaan eksisting dengan desain kedalaman rencana atau membandingkan data sebelum dan sesudah pekerjaan.
7. Peta Difference Surface
Pada pekerjaan monitoring atau dredging, peta difference surface dapat digunakan untuk menunjukkan perubahan dasar perairan antara dua periode survei.
Output ini membantu melihat area yang mengalami pendangkalan, pengerukan, atau perubahan elevasi.
8. Laporan Teknis
Laporan teknis berisi penjelasan metode survei, peralatan yang digunakan, datum, sistem koordinat, tahapan pekerjaan, hasil survei, analisis data, serta kesimpulan teknis.
9. File CAD dan GIS
Data bathymetry dapat disajikan dalam format CAD atau GIS agar mudah digunakan oleh tim desain, engineering, dan konstruksi.
Format yang umum digunakan antara lain DWG, DXF, SHP, CSV, XYZ, PDF, dan format lain sesuai kebutuhan proyek.
10. Visualisasi 3D Dasar Perairan
Untuk kebutuhan presentasi atau analisis teknis, data multibeam dapat divisualisasikan dalam bentuk 3D model. Visualisasi ini membantu memahami kondisi dasar perairan secara lebih jelas.
Perbedaan Single Beam dan Multibeam
Berikut perbedaan umum antara Single Beam dan Multibeam dalam pekerjaan bathymetry survey.
| Aspek | Single Beam Echosounder | Multibeam Echosounder |
|---|---|---|
| Cara kerja | Mengukur satu titik kedalaman pada satu waktu | Mengukur banyak titik kedalaman dalam satu sapuan |
| Cakupan data | Berdasarkan jalur survei | Cakupan area lebih luas dan rapat |
| Detail data | Cukup untuk kebutuhan tertentu | Lebih detail dan komprehensif |
| Output | Titik kedalaman, kontur, profil | Point cloud, DTM, kontur detail, visualisasi 3D |
| Aplikasi | Sungai, kanal, danau, survei sederhana, monitoring | Pelabuhan, offshore, dredging detail, pipeline/cable route |
| Mobilisasi | Relatif lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Biaya | Umumnya lebih ekonomis | Umumnya lebih tinggi |
| Kebutuhan akurasi dan detail | Menengah, tergantung kebutuhan | Tinggi, cocok untuk engineering detail |

Pemilihan metode tidak selalu ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi oleh kebutuhan proyek. Pada beberapa pekerjaan, single beam sudah mencukupi. Namun, untuk area yang membutuhkan detail tinggi dan cakupan penuh, multibeam menjadi pilihan yang lebih tepat.
Pentingnya Akurasi Data dalam Bathymetry Survey
Dalam pekerjaan bathymetry survey, akurasi data adalah faktor utama. Data yang tidak akurat dapat berdampak pada banyak aspek proyek, seperti desain, estimasi biaya, keselamatan, metode kerja, hingga keputusan konstruksi.
Kesalahan kecil dalam data kedalaman dapat menyebabkan:
- Perhitungan volume dredging tidak sesuai
- Desain struktur marine menjadi kurang tepat
- Risiko kapal kandas atau terganggunya navigasi
- Jalur pipeline atau kabel bawah laut kurang optimal
- Biaya proyek membengkak
- Keputusan engineering menjadi tidak akurat
- Kebutuhan re-survey yang memakan waktu dan biaya tambahan
Karena itu, bathymetry survey harus dilakukan dengan prosedur yang tepat, alat yang sesuai, serta quality control yang ketat.
Eser Geosurvey sangat concern terhadap akurasi data dalam setiap pekerjaan survei. Bagi Eser Geosurvey, data bukan hanya hasil pengukuran, tetapi fondasi utama untuk mendukung keputusan teknis klien.
Komitmen terhadap akurasi tersebut diterapkan melalui:
- Perencanaan survei yang matang
- Pemilihan metode dan peralatan yang sesuai
- Kalibrasi dan pengecekan alat sebelum pekerjaan
- Akuisisi data dengan kontrol kualitas lapangan
- Koreksi pasang surut dan parameter pendukung lainnya
- Pengolahan data secara teliti
- Validasi hasil sebelum diserahkan kepada klien
- Penyusunan laporan teknis yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
Dengan pendekatan tersebut, Eser Geosurvey memastikan setiap data yang dihasilkan dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan engineering, konstruksi, monitoring, dan pengambilan keputusan proyek.
Kapan Bathymetry Survey Dibutuhkan?
Bathymetry survey dibutuhkan dalam berbagai kondisi, terutama ketika proyek melibatkan area perairan.
Beberapa contoh kebutuhan bathymetry survey antara lain:
- Sebelum pembangunan pelabuhan
- Sebelum pembangunan jetty atau dermaga
- Sebelum pekerjaan dredging
- Setelah pekerjaan dredging selesai
- Sebelum proyek reklamasi
- Untuk monitoring sedimentasi
- Untuk desain alur pelayaran
- Untuk pemasangan pipeline bawah laut
- Untuk pemasangan kabel bawah laut
- Untuk pembangunan intake dan outfall
- Untuk studi perubahan dasar sungai
- Untuk survei area offshore dan nearshore
- Untuk inspeksi area marine facility
Semakin kompleks proyeknya, semakin penting kualitas dan akurasi data batimetri yang digunakan.
Mengapa Memilih Eser Geosurvey untuk Bathymetry Survey?
Eser Geosurvey menyediakan layanan bathymetry survey dan hydrographic survey untuk mendukung berbagai kebutuhan proyek marine, offshore, pesisir, sungai, pelabuhan, dredging, reklamasi, pipeline, dan infrastruktur.
Dengan pengalaman di bidang geospatial, marine, offshore, dan engineering survey, Eser Geosurvey memahami bahwa setiap proyek membutuhkan data yang akurat, relevan, dan dapat digunakan secara teknis.
Keunggulan Eser Geosurvey dalam pekerjaan bathymetry survey meliputi:
- Fokus pada akurasi dan kualitas data
- Penggunaan peralatan survei yang sesuai dengan kebutuhan proyek
- Tim berpengalaman dalam pekerjaan lapangan dan pengolahan data
- Kemampuan menyediakan output teknis sesuai kebutuhan engineering
- Dukungan dari tahap perencanaan, akuisisi data, processing, hingga reporting
- Pemahaman terhadap kebutuhan proyek marine dan offshore
- Komitmen terhadap keselamatan kerja dan kualitas hasil
Eser Geosurvey tidak hanya melakukan pengukuran, tetapi juga memastikan data yang diberikan dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan proyek.
Kesimpulan
Bathymetry survey merupakan bagian penting dalam proyek yang berhubungan dengan lingkungan perairan. Melalui survei ini, kondisi kedalaman dan bentuk dasar perairan dapat dipetakan secara detail untuk mendukung desain, konstruksi, dredging, reklamasi, navigasi, pipeline, kabel bawah laut, dan berbagai kebutuhan engineering lainnya.
Pemilihan metode survei, baik menggunakan Single Beam Echosounder seperti Odom CV-100 maupun Multibeam Echosounder seperti NORBIT iWBMS, Teledyne T20, dan Teledyne T50, harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek, tingkat detail data, kondisi lapangan, dan output yang diharapkan.
Namun, alat yang baik saja tidak cukup. Akurasi data tetap bergantung pada perencanaan survei, kalibrasi, akuisisi data, koreksi, processing, quality control, dan interpretasi teknis yang tepat.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang geospatial, marine, offshore, dan engineering survey, Eser Geosurvey sangat concern terhadap akurasi data. Karena bagi Eser Geosurvey, data yang akurat adalah dasar dari keputusan proyek yang tepat, aman, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Butuh Bathymetry Survey untuk Proyek Anda?
Eser Geosurvey siap mendukung kebutuhan bathymetry survey dan hydrographic survey untuk berbagai proyek, seperti pelabuhan, jetty, dredging, reklamasi, pipeline, kabel bawah laut, alur pelayaran, sungai, dan area offshore.
Hubungi tim Eser Geosurvey untuk mendiskusikan kebutuhan survei proyek Anda dan mendapatkan solusi data yang akurat, profesional, dan dapat diandalkan.